Lewati ke konten utama

Node Management (Hypervisor)

Node merujuk pada mesin server fisik (bare-metal) yang bertugas sebagai Hypervisor (misalnya menggunakan KVM/QEMU) untuk menjalankan puluhan Virtual Machine (VM) milik Customer.

Admin Infrastruktur di Frog Cloud menggunakan modul ini untuk mendaftarkan server baru ke dalam klaster, memantau utilisasi CPU/RAM, dan mengevakuasi mesin untuk proses pemeliharaan (maintenance).


1. Menarik Daftar Server (Node List)

Sebelum melakukan manajemen tingkat lanjut, halaman utama Dashboard Infrastruktur harus merender tabel daftar server fisik yang dimiliki oleh perusahaan.

Request
GET /api/backoffice/node

Respons (200 OK): Backend mengembalikan metrik dasar setiap node. Pada tabel Frontend, pastikan Anda menampilkan:

  • Nama Node (misal: hypervisor-jkt-01)
  • IP Address & Port
  • Location (Jakarta, Singapura)
  • Status Operasional (Active, Offline, Maintenance)

Metrik Real-time: Untuk data Utilisasi CPU dan RAM, Frontend dapat mengandalkan response ini (jika Backend mengambil data dari Redis secara asinkron), atau jika diminta oleh sistem pemantauan eksternal (seperti Prometheus), Anda bisa menanamkan metrik live pada halaman detail.

1B. Mengambil Opsi Dropdown Node (Get Node Options)

Seringkali, saat Admin mengonfigurasi IP Pool atau Block Storage, Frontend membutuhkan daftar Node ringkas (tanpa metrik RAM/CPU) untuk dimasukkan ke dalam elemen select/dropdown.

Request
GET /api/backoffice/node/options

2. Mendaftarkan Server Baru (Create)

Ketika teknisi pusat data selesai memasang server fisik baru ke dalam rak dan menginstal sistem operasi dasar, Admin perlu meregistrasikan IP Address server tersebut ke panel Frog Cloud agar siap menerima Virtual Machine.

Request
POST /api/backoffice/node/create
Content-Type: application/json
Request Body
{
"name": "hypervisor-sgp-05",
"ip_address": "10.0.5.15",
"port": 8080,
"location_id": 2,
"cpu_cores": 128,
"ram_mb": 524288
}

Mengubah Data Server Dasar (Update Node)

Bila terdapat kesalahan ketik pada IP Address atau perubahan Port komunikasi Hypervisor, Admin dapat mengoreksinya tanpa menghapus Node.

Request
PATCH /api/backoffice/node/{id}/update
Content-Type: application/json
Request Body
{
"name": "hypervisor-sgp-05-revised",
"port": 8081
}

3. Mode Pemeliharaan (Maintenance Mode)

Server fisik secara berkala membutuhkan perbaikan perangkat keras atau pembaruan keamanan (patching OS). Modul ini menangani siklus evakuasi tersebut.

Diagram Siklus Pemeliharaan Server

3A. Memulai Maintenance

Saat Admin menekan tombol "Begin Maintenance":

Request
PATCH /api/backoffice/node/{id}/begin-maintenance

Kondisi & Tindakan:

  • Sistem mengubah status Node menjadi maintenance.
  • Load Balancer atau penjadwal (Scheduler) Frog Cloud tidak akan meletakkan/membangun Virtual Machine baru di atas Node ini.
  • Customer yang memiliki VM di Node ini mungkin akan diberikan notifikasi pemadaman atau migrasi (live migration).

3B. Menyelesaikan Maintenance

Setelah teknisi selesai memperbaiki server dan menyalakannya kembali:

Request
PATCH /api/backoffice/node/{id}/finish-maintenance

Kondisi & Tindakan:

  • Sistem mengubah status Node kembali menjadi active.
  • Node tersebut kembali siap menerima pesanan (order) VM baru dari Customer.

4. Mematikan Server / Gagal Hardware (Update Status)

Jika sebuah server tiba-tiba mati terbakar atau kehilangan koneksi jaringan, sistem pemantauan (atau Admin secara manual) dapat mengubah status Node tersebut.

Request
PATCH /api/backoffice/node/{id}/update-status
Content-Type: application/json
Request Body
{
"status": "offline"
}

(Node yang berstatus offline akan otomatis dikecualikan dari perhitungan kapasitas total klaster).


5. Menghapus Server (Delete)

Jika sebuah server sudah terlalu tua (EndOfLife) dan dihancurkan, Admin dapat menghapusnya dari database secara permanen. Pastikan tidak ada Customer VM yang masih tersisa di dalamnya.

Request
DELETE /api/backoffice/node/{id}/delete